PENELITIAN TINDAKAN KELAS
PENINGKATKAN
KETRAMPILAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENUMBUHKAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR NEGERI 1 TEGOWANU KULON
KECAMATAN TEGOWANU KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2012 / 2013
Nama : Maryatun, S.Pd.
NIP :
196607102006042002
SEKOLAH DASAR NEGERI 1
TEGOWANU KULON
KECAMATAN TEGOWANU KABUPATEN
GROBOGAN
2012
LEMBAR PUBLIKASI
DISERAHKAN
UNTUK DIPUBLIKASIKAN
DI
PERPUSTAKAAN SD NEGERI 1 TEGOWANU KULON
KECAMATAN
TEGOWANU KABUPATEN GROBOGAN
NO REGISTER :.................................
|
TANGGAL : 1 NOPEMBER 2012
Tegowanu , 1 Nopember 2012
PENGELOLA
PERPUSTAKAAN
SUMIYATUN,S.Pd
NIP. 196711051989102001
|
PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN
UPTD DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 1 TEGOWANU KULON
KECAMATAN TEGOWANU KABUPATEN GROBOGAN
Alamat : Jl. Jembangan No. 5 Tegowanu Kulon
Kec.tegowanu Kab.grobogan
SURAT KETERANGAN
NOMOR : 824 / 17 / /
IX / 2012
Yang
bertanda tangan di bawah ini :
I.
1. Nama : Sumiyatun, S.Pd
2.
NIP : 196711051989102001
3. Jabatan : Penanggung jawab
perpustakaan SDN 1 Tegowanu Kulon
II. 1.
Nama : Ganti Suwarni ,S.Pd
2. NIP :
195812291978022002
3. Jabatan :
Guru SDN 1 Tegowanu Kulon Kec. Tegowanu
Judul
buku :
Peningkatan Kemampuan Operasi Hitung Bilangan Cacah
Dengan Model Permainan Lacak Kartu Bilangan pada Siswa
Kelas I
SDN 1Tegowanu Kulon Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan
Tahun Pelajaran 2011 / 2012.
Nama
Pengarang : MARYATUN, S.Pd
Tahun
Karangan : 2011
Kelompok
buku : Referensi
Nomor
induk buku :
Buku
tersebut di atas benar-benar telah menjadi koleksi buku Perpustakaan di Sekolah
kami, dan telah dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Tegowanu,
12 September 2011
Mengetahui Penanggung Jawab Perpustakaan
Kepala SD Negeri 1 Tegowanu Kulon SDN 1 Tegowanu Kulon
RUKINI, A. Ma.Pd Sumiyatun, S.Pd
NIP : 195303021974012002 NIP : 196711051989102
PENGESAHAN
PENINGKATKAN KETRAMPILAN BAHASA
INDONESIA DENGAN MENUMBUHKAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR NEGERI 1 TEGOWANU KULON KECAMATAN TEGOWANU
KABUPATEN GROBOGAN
TAHUN 2011/2012
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Untuk meningkatkan kualitas
Pembelajaran
dan Peningkatan Prestasi Siswa Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
di Kelas I Sekolah Dasar
Negeri 1 Tegowanu Kulon
Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan
Nama : MARYATUN, S.Pd
NIP : 196607102006042002
Disahkan di : Tegowanu
Pada tanggal : 17 September 2011
Mengetahui :
Kepala UPTD Pendidikan Kepala
Kec. Tegowanu SDN
1 Tegowanu Kulon
Drs.IMAM SUJAHRI, MM RUKINI,
A. Ma.Pd
NIP : 196019241979111001 NIP :
195303021974012002
DAFTAR ISI
Halaman
|
HALAMAN
JUDUL……………………………………………….......... i
|
|
|
LEMBAR PUBLIKASI…………………………………………………... ii
|
|
|
SURAT KETERANGAN.......................................................................... iii
|
|
|
LEMBAR PENGESAHAN ……………………………………………… iv
|
|
|
DAFTAR ISI …………………………………………………… ............. v
|
|
|
KATA PENGANTAR
…………………………………………………..
vi
|
|
|
BAB I :
PENDAHULUAN
|
|
|
A. Latar Belakang Masalah ……………………………………………….. 1
B. Rumusan Masalah…………………………………………………….... 3
C. Tujuan Penelitian ……………………………………………………… 4
D. Hipotesis Penelitian …………………………………………………….. 4
E. Manfaat Penelitian ……………………………………………………. 4
F. Asumsi Penelitian. ……………………………………………................
5
G. Ruang Lingkup Penelitian ……………………………………………. 5
H.Devinisi Penelitian
................................................................................ 5
|
|
|
BAB II : KAJIAN
PUSTAKA
|
|
|
A. Pengertian Minat ………………………………………………............ 7
B. Membaca ………………………………………………………........... 7
C. Tujuan Membaca …………………………………………..................
9
D. Jenis-jenis Membaca ……………………………….............................
10
|
|
|
BAB III :
PENELITIAN
|
|
|
A.Pendekatan
............................................................................................ 12
B.Jenis Penelitian
………………………………………. .......................... 12
C. Kehadiran Peneliti
…………………………………………………….. 13
D. Lokasi Penelitian
……………………………………………………… 13
E. Sumber Data
………………………………………………………….. 14
F. Prosedur
Pengumpulan Data ………………………………………….. 14
G. Analisis Data
………………………………………………………….. 15
BAB. IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian ……………………………………………… 17
B. Hasil Belajar
................................................................................ 19
C. Pembahasan
……………………………………………………..
23
D.Refleksi
....................................................................................... 24
BAB V : PENUTUP
A.
Kesimpulan …………………………………………………
B. Saran-saran …………………………………………………………… 25
DAFTAR
PUSTAKA………………………………………………….... 26
LAMPIRAN
- LAMPIRAN
.................................................................... 27
KATA
PEGANTAR
Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT
atas limpahan rahmat , taufik dan hidayah-Nya maka penulis dapat
menyelesaikan penyusunan karya tulis ilmiah yang berjudul “MENINGKATKAN
MOTIFASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM POKOK BAHASAN BERPERILAKU RENDAH HATI
DALAM
KEHIDUPAN SEHARI-HARI DENGAN METODE PENDEKAAN BERBASIS AKIVITAS TERHADAP SISWA KELAS II SDN 1 TEGOWANU KULON KEC.TEGOWANU KAB.GROBOGAN “.
Penulisan karya
tulis ilmiah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk
meningkatkan golongan ruang dalam kepegawaian yaitu dari III/a menjadi III/B.
Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini penulis masih
banyak kekurangan- kekurangan baik pada
Tehnis penulisan maupun materi, mengingan akan kemampuan yang dimiliki
penulis.Untuk itu kritik dan
Saran dari semua fihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan karya tulis ini.
Dalam penulisan karya
tulis ilmiah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga
kepada fihak-fihak yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini,
khususnya kepada ;
1.
Ibu Rukini,A.Ma.Pd selakuKepala SD Negeri 1
Tegowanu Kulon serta segenap jajarannya yang telah memberikan kemudahan -kemudahan baik berupa moril dan
materiil selama dalam penyusunan karya tulis
ilmiah ini.
2.
Ibu Sri Asih, S.Pd selaku guru
kelas II SD Negeri 1 Tegowanu Kulon
yang telah membantu menyiapkan anak
didiknya untuk pelaksanaan penelitian di kelas.
3.
Ibu Sumiyatun,S. Pd selaku
pengelola perpustakaan yang telah meluangkan waktu,tenaga dan pikiran dalam
pelaksanaan bimbingan dalam rangka
penyelesaian penyusunankarya tulis ilmiah ini untuk dipublikasikan di
perpustakaan sekolah.
4.
Secara khusus penulis menyampaikan
terima kasih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan dan
bantuan serta pengertian yang besar kepada penulis dalam menyelesaiakan
penulisan karya tulis ini.
5.
semua pihak yang tidak dapat
disebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan dalam penulisan karya
tulis ilmiah ini.
Akhirnya penulis berharap
semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada semua pihak yang telah
memberikan bantuan dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah Amin
yaa robbal ‘alamin .
|
|
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar
Belakang Masalah
Pengembanagan
kemampuan berbahasa merupakan salah satu kunci keberhasilan peningkatan mata
pelajaran dan sebagai bekal untuk memasuki dunia informasi. Mengingat alokasi
waktu yang disediakan untuk mata pelajaran bahasa indoneesia di sekolah dasar
dalam kurikulum 1994, yaitu ( Kelas I, kelas II, Kelas III ), sepuluh jam perminggu, sedangkan untuk kelas IV, V
,VI delapan jam perminggu ( Depdikbud, 1994 ).
Apabila melihat
kurikulum sekolah dasar 1994, khususnya mata pelajaran bahasa indonesia akan
ditemukan beberapa pembaharuan. Pembaharuan tersebut terutama tampak pada
penggunaan pendekatan komunikatif anintegrative
dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
Hal ini sejalan
dengan pendapat K. Goodman tentang konsep keterampilan materi pelajaran bahasa
yang dapat dilihat dari dua segi, yaitu :,keterpaduan antara materi bahasa
dalam pembelajaran bahasa itu sendiri dan keterpaduan antara pembelajaran
bahasa dengan materi pebelajaran mata pelajaran lain. Perubahan lain bukan
hanya tampak pada pendekatan komunikatif yang menekan pembelajaran yang
berpusat pada siswa, tetapi sumber belajar atau sarana, alokasi waktu dan
evaluasi yang tidak ditemukan dalam garis-garis besar program pembelajaran (
GBPP ) akan memberikan keleluasaan bagi guru dalam menyusun program
pembelajaran. Hal ini di dukung oleh keterampilan berbahasa.
Karakteristik
lain kurikulum 1994, mata pelajaran bahasa Indonesia juga tampak pada tujuan
pembelajaran bahasa Indonesia,
yaitu :
1. Meningkatkan kemampuan siswa dalam
berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar.
2. Mengembangkan
keterampilan dasar menggunakan bahasa yaitu terampil berbahasa (siswa
belajar berbahasa ) dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
3. Menggunakan
bahan kegiatan yang berkaitan dengan lingkungannya ( Sukarman, 1997 :78).
Kurikulum mata
pelajaran bahasa Indonesia 1994 mengandung komponen terpadu yaitu : Kebahasaan
( lafal, ejaan, tanda baca, struktur, kosa kata, paragraph dan wacana),
pemahaman ( menyimak, membaca dan penggunaan bahasa berbicara dan menulis).
Namun pengalaman menulis selama ini dengan
cara belajar verbal siswa hanya mendengarkan guru berceramah dari hari ke hari,
tidak membuat siswa senang mengikuti pelajaran, tetapi siswa menjadi jenuh dan
tidak ada minat belajar.
Muchlisoh, dkk ( 1998:5 ) mengutip
pendapat psikolg, siswa yang hanya belajar dengan mendengarkan informasi dari
guru “ Tidak “ dapat menyerap dan memahami pengetahuan dengan sepenuhnya. Siswa
perlu belajar bagaimana menemukan informasi dengan berbagai cara. Dengan
pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, guru bukanlah satu-satunya orang yang “
serba tahu “ di dalam kelas.
Halaman 1
Sejalan dengan teori belajar bermakna
Ausubel ( 1963) dikemukakan bahwa kebermaknaan belajar di tandai oleh munculnya
dua kriteria, yaitu (1) Terjadinya hubungan Substantif aspek-aspek konsep
informasi atau situasi baru dengan komponen yang relevan yang terdapat di dalam
bentuk hubungan-hubungan bersifat derivative, elaborative, korelatif, maupun
yang bersifat kualitatif atau representasional, (2) hasil belajar yang
diperoleh bersifat tahan lama “ Actual “ eksperimental berbasis paa pengalaman
pribadi dan minat.
Waktu belajar siswa yang selama ini
digunakan guru untuk ceramah, hendaknya dikembalikan pada siswa agar mereka
dapat belajar aktif, kreaitf. Untuk itu guru harus mempersiapkan kegiatan
belajar mengajar yang menarik, merangsang, menantang dan menyenangkan, melalui
cara belajar yang bermakna dan bervariasi agar siswa gemar belajar.
Karena membaca adalah kunci pokok didalam
belajar, yang terpenting adalah bagaimana mengupayakan membaca dan menulis
menjadi suatu kegemaran. Budaya membaca perlu dikembangkan karena mempelajari
sesuatu dengan membaca lebih dalam pengalamannya dari pada mendengarkan
informasi.
Adapun yang menjadi dasar mempelajari
suatu ilmu pengetahuan adalah mengetahui dan paham apa yang dipelajari terutama
bahasa yang digunakan. Dengan demikian bahasa merupakan syarat mutlak bagi anak
untuk memahaminya. Oleh karena itu alokasi waktu pelajaran Bahasa Indonesia
yang diwajibkan di Sekolah Dasar paling besar dari mata pelajaran lainnya.
Mengerti dan memahami bahasa yang
digunakan di buku-buku membantu siswa untuk aktif belajar. Pada akhirnya siswa
memiliki kegemaran tersendiri untuk belajar
( membaca) dan tidak terbatas di sekolah saja.
Sehubungan dengan kreatfitas guru di sekolah diperlukan melalui kritik diri (
refleksi) terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan untuk menumbuhkan
minat membaca pada siswa. Kemampuan membaca pada siswa merupakan dasar untuk
belajar lebih giat setelah siswa memiliki minat yang tumbuh dari dalam dirinya
sendiri.
Dapat dikatakan bahwa membaca merupakan
kegiatan manusia untuk mengembangkan jiwanya. Apabila telah terampil dalam membaca
mereka dapat memperoleh pengalaman, pengetahuan, membentuk pengertian,
mengembangkan daya pikir dan imajinasi, serta dapat membentuk sikap hidup yang
baik, sebagai warga Negara yang berguna bagi masyarakat dan negaranya.
(Supriadi, dkk, 1995).
Dalam hal ini siswa dituntut sering
belajar membaca, untuk sering dan banyak membaca, diperlukan minat yang besar
untuk membaca. Kemampuan membaca siswa hendaknya diiringi pada upaya
meningkatkan minat siswa dalam membaca, sehingga dapat mengubah “ Learning to read “ secara
berangsur-angsur menjadi “ reading to
learn”. Sehingga siswa kelas I mampu dalam keterampilan berbahasa
(membaca), Muchlisoh,dkk ( 1992).
Halaman
2
Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa
minat membaca sangat menurun( rendah ), yang implikasinya terhadap prestasi belajar keterampilan berbahasa
Indonesia juga rendah (Hasil belajar siswa rendah ).
Atas dasar
kenyataan itu penulis mengadakan penelitian kelas yang berjudul “Meningkatkan
Ketrerampilan Berbahasa Indonesia Dengan Menumbuhkan Minat Membaca Siswa Kelas
I Sekolah Dasar Negeri Negeri 1 Tegowanu Kulon Kecamatan Tegowanu Kabupaten
Grobogan Pada semester I Tahun Pelajaran 2011/2012 “
Dengan maksud setelah selesai melakukan
penelitian, indakan kelas ini, melalui refleksi diri guru dan siswa, diharapkan
siswa terampil dalam berbahasa Indonesia
sehingga prestasinya meningkat.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar
belakang di atasa maka Penelitian Tindakan Kelas ( PTK) ini rumusan masalahnya
sebagai berikut :
1. Apakah
dengan menumbuhkan minat membaca dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia?
2. Bagaimana
cara menumbuhkan minat membaca agar keterampilan berbahasa Indonesia dapat
meningkat ?
Alokasi waktu penelitian ini selama satu semester, tepatnya
semester I tahun Pelajaran 2011/2012 dalam siklus pembelajaran di sekolah dasar
dengan pokok bahasan “Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Indonesia Dengan
Menumbuhkan Minat Membaca Siswa Kelas I Sekolah Dasar Negeri 1 Tegowanu Kulon
Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan Pada semester I Tahun Pelajaran 2011/2012
“
3.
Tujuan
Penelitian
Penelitian
Tindakan Kelas ( PTK) ini bertujuan sebagai berikut :
1. Untuk
mengetahui bahwa dengan menimbulkan “ minat membaca”, dapat meningkatkan
keterampilan berbahasa Indonesia.
2. Untuk
mengetahui cara menumbuhkan minat membaca agar keterampilan berbahasa Indonesia siswa
meningkat.
4.
Hipotesis
Penelitian
Menumbuhkan minat membacasiswa agar dapat
meningkatkan berbahasa Indonesia.
5.
Kegunaan
Penelitian
Penelitian
ini berguna dan bermanfaat bagi siswa, guru,kepala sekolah dan pejabat di
lingkungan Dinas P dan K sebagai berikut :
1. Berguna
bagi siswa setelah mengetahui kekurangan dan kelemahannya, minat membaca akan
terus ditingkatkan sehingga prestasi belajar keterampilan berbahasa Indonesia siswa
dapat meningkat.
2. Bagi
guru, temuan yang diperoleh dapat bermanfaat sebagai bahan balikan refleksi
diri agar dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran melalui menumbuhkan minat
membaca dengan cara yang tepat sehingga keterampil berbahasa Indonesia siswa
meningkat.
Halaman 3
3.
Bagi Kepala Sekolah, bermanfaat sebagai bahan dalam
melaksanakan pembinaan bagi guru-guru dalam mengambil langkah-langkah
menumbuhkan minat membaca agar prestasi siswa meningkat secara optimal.
4.
Bagi pejabat di lingkungan Dinas P dan K bermanfaat
sebagai bahan balikan dalam memberikan pembinaan kepada bawahannya agar keterampil
berbahasa dan prestasi belajar siswa meningkat.
6. Asumsi Penelitian
Penelitian
Tindakan Kelas ( PTK ) ini dengan disadari sebagai berikut :
1. Minat
membaca siswa kelas I Sekolah Dasar dapat diukur dengan menggunakan alat pengumpul
data pengamatan langsung ( observasi) atau observasi buku raport.
2. Prestasi
belajar keterampilan bahasa Indonesia siswa , sebagaimana dalam buku raport
merupakan evaluasi yang memenuhi karakteristik valid dan variable, sehingga
dapat digunakan sebagai bahan analisis.
7. Ruang Lingkup
penelitian
Ruang
lingkup penelitian tindakan Kelas ini dibatasi sebagai berikut :
Meningkatkan
Keterampilan Berbahasa Indonesia Dengan Menumbuhkan Minat Membaca Siswa Kelas I
Sekolah Dasar Negeri 1 Tegowanu Kulon Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan
Pada semester I Tahun Pelajaran 2011/2012 “
8. Definisi Operasional
Dengan berdasarkan perasalahan atau
pernyataan penelitian diatas beberapa istilah yang digunakan dijabarkan
operasionalnya demi kejelasan, serta menghindari salah penafsiran, salah
pengertian dalam mengimplementasikan masalah penelitian.
1.
Menumbuhkan
Minat Membaca
Menumbuhkan adalah
mengupayakan suatu perubahan dari pada yang ada pada diri siswa yang terkait
dengan minat ditingkatkan agar motivasi intrinsiknya meningkat.
1.
Yang dimaksud “
minat “ adalah kesediaan jiwa yang aktif
untuk menerima pengaruh dari dunia luar dirinya. Minat yang bersifat tetap
merupakan motivasi intrinsik.
2. Yang
dimaksud membaca adalah membaca lanjutan.
3. Meningkatkan
keterampilan berbahasa Indonesia.
Adalah usaha-usaha
untuk meningkatkan prestasi belajar secara proporsional antara guru, siswa dan
lingkungan satu sama lain yang saling terkait.
Guru
harus mengenal dengan mengadakan observasi atau melihat raport siswa.
Mengetahui kondisi siswa seutuhnya sangat perlu untuk mengetahui strategi
pembelajaran seperti “ falsafah pisau” semakinsering diasah semakin tajam.
Kondisi
siswa yang bervariasi perlu mendapatkan perhatian khusus dari guru. Guru harus
mampu mengupayakan kedisiplinan dan ketertiban. Kedisiplinan adalah kunci untuk
mencapai keberhasilan, khususnya kedisplinan soal waktu.
Halaman 4
Siswa dibiasakan hidup disiplin, teratur,
bertanggung jawab, baik di sekolah maupun di rumah. Guru harus bias menciptakan
suasana belajar yang menyenangkan, mengadakan evaluasi secara konsisten dengan
alat evaluasi yang valid sehingga prestasi keterampilan berbahasa Indonesia
siswa meningkat.
4. Penelitian
Tindakan
Yang dimaksud
penelitian tindakan adalah penelitian yang dipusatkan pada analisis refleksi
terhadap apa yang secara actual terjadi di dalam kelas.
Dalam hal ini adalah
proses (aktivitas guru, aktivitas siswa dan interaksi siswa-siswi, guru-siswa)
dan bahan tugas pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia ( menyimak,
berbicara, membaca dan menulis hal ini satu sama lain yang saling terkait) selama
pembelajaran berlangsun
BAB
II
KAJIAN
PUSTAKA
1.
Pegertian
Minat
Minat
adalah kesediaan jiwa yang aktif, untuk menerima pengaruh dari dunia luar diri
siswa. Minat bersifat tetap, merupakan motivasi intrinsic. Menurut Marsel ada
sepuluh macam minat sebagai berikut :
1. Minat
Jasmaniah, adalah suka akan pekerjaan yang memerlukan tenaga jasmani.
2. Minat
Mekanik, adalah suka memperbaiki dan merancang hal-hal yang berkaitan dengan
mesin.
3. Minat
sosial, adalah suka akan aktivitas kelompok.
4. Minat
Domestik, adalah suka menyelenggarakan pekerjaan rumah tangga.
5. Minat
Matematis, adalah suka bekerjaan dengan angka-angka.
6. Minat
Ilmiah, adalah suka mempelajari gejala-gejala alamiah.
7. Minat
Belajar, adalah suka menyelidiki sesuatu itu secara mendalam untuk mengetahui
suatu obyek.
8. Minat
Eksperimentasi, adalah suka mencoba sesuatu dan memastikan hasil percobaan.
9. Minat
terhadap anak-anak, adalah suka bermain-main dengan anak-anak.
10. Minat
terhadap Kepemimpinan, adalah lebih suka memimpin dari pada dipimpin.
Sesuai
dengan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa minat anak sangat berpengaruh
besar terhadap proses belajar mengajar, khususnya proses belajar membaca,
karena dalam diri anak sebenarnya telah terbentuk konsep diri dan kemampuan
diri.
Oleh
sebab itu guru mempunyai kewajiban menumbuhkan minat membaca pada siswa melalui
“ motivasi ekstrensik”( pengaruh dari luar siswa ). Meningkatkan motivasi
ektresnsik membaca lanjutan di kelas I agar tumbuh minat membaca sekaligus
belajar yang mengacu pada langkah-langkah awal rencana refleksi dan siklus yang
telah direncanakan.
2.
Membaca
1. Pengertian Membaca
Membaca
merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang bersifat aktif represif. Suatu
kegiatan aktif represif membaca dipandang sebagai suatu proses yang melibatkan
berbagai komponen, antara lain :
1.
Pengetahuan
Kebahasaan
2.
Pengetahuan
Keduniaan
3.
Aspek Afektif
4.
Kemampuan
Penginderaan
Keterlibatan berbagai komponen tersebut
mengakibatkan pengajaran membca harus dilakukan secara komprehensif dengan
memperhatikan kondisi komponen tersebut. Pengajaran membaca dikembangkan.
Berdasarkan hasil penelitian di berbagai lembaga pendidikan formal tentang
kegitan membaca. Pengajaran mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, yakni:
(1) Setiap jenjang pendidikan, (2) Keadaan/lokasi penyelenggaraan pendidikan, (3)
Kondisi sosial ekonomi pelaku pendidikan.
Halaman 6
Meskipun
demikian tujuan dan sasaran akhir dari pengajaran membaca adalah sama. Seperti
dikemukakan Anderson
(dalam tarigan, 1984 : 7) bahwa membaca dari segi linguistic merupakan proses
dari penyandian kembali dan pembacaan sandi. Tarigan (1987 : 7) mengemukakan
bahwa membaca suatu proses pengambilan atas ide pengarang melalui kata-kata
atau bahasa tulis. Ada
beberapa pandangan ahli tentang pengertian membaca :
1)
Membaca
merupakan pengembangan keterampilan mulai dari keterampilan memahami kata-kata
kalimat, paragraph dalam bacaan sampai dengan mmahami secara kritis dan
evaluasi terhadap keseluruhan isi bacaan.
2)
Membaca
merupakan kegiattan visual berupa serangkaian kegiatan gerakan mata dalam
mengikuti baris-baris tulis pemusatan penglihatan pada kata dan kelompok kata
melihat ulang kata dan kelompok kata untuk memperoleh pemahaman.
3)
Membaca
merupakan kegiatan mengamati dan memahami kata-kata yang tertulis dan
memberikan makna terhadap kata-kata tersebut berdasarkan pengetahuan dan
pengalaman yang dimiliki.
4)
Membaca
merupakan suatu pengolahan informasi yang dilaksanakan pembaca dengan
menggunakan informasi dalam bacaan dan pengetahuan serta pengalaman yang telah
dimiliki sebelumnya yang relevan dengan informasi tersebut.
5)
Membaca
merupakan proses menghubungkan tulisan dengan bunyi sesuai dengan system
tulisan yang digunakan.
Berdasarkan
pengertian diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :
1)
Membaca
merupakan proses mekanik berupa mengkoordinasi kembali rangkaian bunyi bahasa
dalam kombinasi kata, kelompok kata dan kalimat yang bermakna.
2)
Proses
psikologis berupa kegiatan dalam mengolah informasi.
3)
Kegiatan mencari
dan menemukan informasi dalam bacaan.
4)
Mengidentifikasi,
menguraikan dan menetukan makna bacaan dan aktivitas yang melibatkan
pengetahuan, pengalaman dan sikap.
3.
Tujuan
Membaca
Dalam (kurikulum 1994 : 4) dikatakan
tujuan membaca di sekolah dasar sebagai berikut :
1)
Memupuk dan
mengembangkan kemampuan siswa untuk memahami dan melaksanakan cara membaca dan menulis
dengan baik dan benar.
2)
Melatih dan
mengembangkan kemampuan siswa agar terampil mengubah huruf menjadi suara.
3)
Melatih dan
mengembangkan kemampuan menyuarakan huruf dalam kata menjadi suara yang di
dengarnya.
4)
Melatih
keterampilan siswa untuk memahami kata-kata isi bacaan yang dibaca atau di
tulis
5)
Memupuk dan
mengembangkan kemampuan siswa untuk memahami, menuliskan, menggunakan,
menikmati dan menghargai keindahan cerita bahawa Indonesia sederhana.
Halaman 7
Pendapat lain yang mengemukakan tujuan membaca
menurut Walpes ( dalam Nurhadi, 1987 : 136 ) menggolongkan membaca menjadi lima, yaitu sebagai
berikut :
1)
Membaca untuk
memperoleh sesuatu yang praktis.
2)
Membaca untuk
mendapat rasa lebih dibanding orang lain.
3)
Membaca untuk
memperkuat nilai-nilai dan keyakinan.
4)
Membaca untuk
mengganti pengalaman yang sudah usang.
5)
Membaca untuk
menghindarkan dari kesulitan.
Aspek Keterampilan Membaca
Aspek
keterampilan membaca menurut Nurhadi ( 1987 : 12-14) adalah sebagai berikut
1)
Keterampilan
mengenal kata-kata.
2)
Tanda baca
3)
Makna tersurat
4)
Membaca kritis
5)
Membaca kreatif
Sedangkan menurut Broughton ( dalam tarigan 1987 : 11-12), aspek keterampilan
membaca sebagai berikut :
1)
Membaca
merupakan keterampilan yang bersifat mekanik mencakup pengenalan ejaan dan
bunyi.
2)
Keterampilan
yang bersifat pemahaman mencakup pengertian sederhana, makna evaluasi dan
kecepatan membaca fleksibel.
4.
Jenis-Jenis
Membaca
Dalam pengajaran bahasa ada dua jenis
membaca yaitu membaca permulaan dan membaca lanjutan.
Jenis-jenis
membaca lanjutan menurut Supriyadi, dkk, ( 1995 : 185 ) adalah sebagai berikut
:
1.
Membaca dalam
hati.
Tujuan
membaca dalam hati adalah agar siswa memahami isi bacaan. Bahan bacaan yang
digunakan adalah buku paket dan buku pelengkap, dapat pula ditambah buku-buku
lain mempertimbangkan keluasan dan ke
dalam materi. Untuk mengembangkan kemampuan siswa memahami bacaan Smith dab
Baret mengemukakan “ suatu taksonomi yang dapat dipakai guru sebagai pedoman
dalam menyusun pertanyaan yang dapat mengembangkan kemampuan siswa memahami
bacaan “. Taksonomi itu terdiri dari empat kategori yaitu :
a.
Pemahaman
Harfiah
Membimbing siswa
untuk menemukan informasi yang secara jelas diungkapkan dalam bacaan.
b.
Pemahaman
Inferensial
Ditujukan
oleh siswa bila dapat menarik kesimpulan dari fakta-fakta tertulis atau hal-hal
yang diketahui dari bacaan.
c.
Pemahaman
Evaluasi
Apabila siswa
menunjukkan pikiran evaluative dengan membandingkan buah pikiran yang disajikan
wacana dengan kriteria yang ada dalam dirinya atau kriteria sumber lain.
d.
Pemahaman
Apresiasi
Pemahaman
apresiasi berhubungan dengan psikologis dan etetis siswa. Selain itu juga
membimbing siswa mengenal teknik-teknik, bentuk gaya dan struktur kata.
2.
Membaca Bahasa
Tujuan mebaca bahasa adalah agar siswa
memiliki pengetahuan tentang kebahasaan Indonesia yang diperoleh dari membaca.
3.
Membaca Teknik
Membaca
teknik bertujuan agar siswa memiliki keterampilan mengubah lambing tulisan
menjadi ucapan yang dapat dipahami baik oleh diri sendiri atau orang lain yang
mendengarkan(Muchlisoh, dkk, 1992) yang perlu mendapat perhatian guru dalam
pengajaran ini ialah intonasi kata, kalimat atau lafal kata fungtuasi
(tanda-tanda baca).
4.
Membaca Indah
Yang
menjadi perhatian utama dalam membaca indah ialah unsur irama informasi,
ketepatan ucapan, intonasi, kalimat seru, kalimat ajakan dan seterusnya. Bahan
bacaan yang diperlukan ialah puisi, prosa, lirik, bacaan dialog atau naskah
drama
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis penelitian
Sunardi Suryabrata (1998)
mengklasifikasikan jenis penelitian menjadi tujuh macam, yakni sebagai berikut
:
1.
Penelitian Deskriptif
2.
Penelitian
Historis
3.
PenelitianKoresional
4.
Penelitian
Kausal Komparatif
5.
Penelitian
Eksperimen
6.
Penelitian
Grounded
7.
Penelitian
Tindakan ( Action Research)
B.
Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode
penelitian tindakan ( Action Research)
berdasarkan pendekatan Naturalistik Kualitatif. Pendekatan ini memandang
kenyataan sebagai sesuatu yang berdimensi jamak, utuh dan merupakan kesatuan
serta open minded. Karena itu tidak mungkin disusun rancangan penelitian yang
terinci dan fixed sebelumnya. Rancangan penelitian berkembang selam proses
penelitian berlangsung. Peneliti dan obyek yang diteliti saling berinteraksi,
yang proses penelitiannya dilakukan dari “ luar” dan dari “dalam” dengan
melibatkan banyak fudgement.
Dalam pelaksanaannya peneliti
sekaligus seorang alat peneliti yang dengan sendirinya tidak dapat melepaskan
sepenuhnya dari unsure subyektifitas. Dengan
kata lain dalam penelitian ini tidak ada alat penelitian yang baku yang telah disiapkan
sebelumya.
Penerapan
penelitian didalam kelas diharapkan mampu memotivasi guru memiliki kesadaran
diri, melakukan refleksi diri dan kritik diri terhadap aktivitas pembelajaran
yang dilaksanakan ( MC. Niff, 1992, Hopkins, 1985,1993). Maka penelitian
tindakan ini didasarkan pada prinsip situasional yang berkaitan dengan realitas
lapangan yang dalam hal ini adalah suasana kelas. Membiarkan kelas dalam
suasana kewajaran,
sebagaimana
keadaan sebenarnya , artinya tindakan dan
penelitian
yang akan dilakukan bertolak dari informasi-informasi yang actual
yang diperoleh dari
“realitas” yaitu guru, siswa dan proses-proses selama pembelajaran berlangsung.
Kemudian dijadikan bahan dasar refleksi diri dalam menyusun rencana tindakan
yang akan dilakukan. Kegiatan ini mengikuti alur pokok sebagai berikut :
1.
Refleksi Awal
2.
Perencanaan
Tindakan
3.
Pelaksanaan
Tindakan dan Observasi
4.
Refleksi untuk
perbaikan selanjutnya dan seterusnya sampai tujuan yang hendak dicapai
berhasil.
C.
Kehadiran Peneliti
Kehadiran
peneliti dalam penelitian tindakan ini berperan ganda, yaitu sebagai peneliti
dan praktisi. Sebagai praktisi dan peneliti guru melaksanakan kegiatan
pembelajaran di kelas I dengan menerapkan berbagai teori dan teknik
pembelajaran yang yang relevan secara kreatif, efektif dan menyenangkan.
Dalam
kegiatan pembelajaran mengangkat masalah-masalah “aktual” yang dihadapi oleh
guru dilapangn, kemudian dilakukan suatu observasi dan evaluasi yang hasilnya
dapat dipakai sebagai masukan untuk melakukan “refleksi” atas apa yang terjadi
pada tahapan pelaksanaan pembelajaran. Hasil proses ini kemudian melandasi
upaya perbaikan dan penyempurnaan dari perencanaan tindakan berikutnya.
Tahapan-tahapan diatas dilakukan berulang-ulang dan berkesinambungan sampai
kualitas keberhasilan tertentu dapat dicapai dengan baik.
D.
Lokasi Penelitian
Pengertian
lokasi pada penelitian tindakan ini adalah situasi social yang terdiri dari
dari tempat, pelaku dan kegiatan ( Nasution, 1992). Dengan demikian yang
dimaksud lokasi dalam penelitian tindakan ini adalah sebagai berikut :
1.
Aspek Tempat
Adalah lokasi dimana proses interaksi pembelajaran berlangsung.
Dalam hal iini kelas I Sekolah Dasar Negeri 1 Tegowanu Kulon Kecamatan Tegowanu
Kabupaten Grobogan.
2.
Aspek Pelaku
Adalah
Guru dan siswa kelas I yang terlibat dalam interaksi belajar mengajar di dalam
kelas.
3.
Aspek Kegiatan
Adalah kegiatan yang dilakukan dalam hal ini adalah “ Meningkatkan Keterampilan Berbahasa
Indonesia Dengan Menumbuhkan Minat Membaca Siswa Kelas I Sekolah Dasar Negeri 1
Tegowanu Kulon Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan Pada semester I Tahun
Pelajaran 2011/2012 “
E. Sumber Data
Sumber data yaitu aspek penelitian yang dapat
memberikan informasi yang dapat membantu perluasan teori (Bogdan dan Biken,
1990). Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas I Sekolah
Dasar Negeri 1 Tegowanu Kulon Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan .
F. Prosedur Pengumpulan Data
Sumber data variable pertama
dilakukan melalui dua tahap, yaitu :
Halaman 11
1.
Tahap Pertama
Siswa
secara satu persatu membaca wacana yang telah dipersiapkan dalam waktu dua
menit.
2.
Tahap kedua
Siswa
diberi lembar pertanyaan yang menyangkut isi wacana dan dijawab secara
tertulis.
Pada tahap pertama dan tahap kedua
akan menghasilkan data tentang kemampuan membaca setelah dimotivasi dengan
menumbuhkan minat membaca.
1.
Dokumentasi
Dokumentasi
digunakan untuk mengetahui hasil belajar keterampilan berbahasa Indonesia,
sebelum tumbuh minat. Dengan melihat raport memiliki standar validitas dan
obyektifitas karena telah memenuhi kriteria standar.
2.
Obsevasi
Menurut
Suharsimi Arikunti (1992 : 128) observasi dapat dilakukan dengan dua cara,
yaitu :
a.
Observasi non
sistematis, yaitu dilakukan pengamat dengan tidak menggunakan instrument
pengamatan.
b.
Observasi
sistematis, yaitu dilakukan oleh pengamat dengan.
3.
Catatan Lapangan
Digunakan
untuk menilai proses pembelajaran.
G. Analisi Data
Analisis data dilakukan
secara deskriptif kualitatif berdasarkan hasil observasi terhadap tumbuhnya
minat membaca dan hasil belajar dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.
Melakukan
reduksi yaitu mengecek dan mencatat kembali data-data yang telah terkumpul.
2.
Melakukan
interpelasi yaitu menafsirkan yang diwujudkan dalam bentuk pernyataan.
3.
Melakukan
inferensi yaitu menyimpulkan apakah dalam pembelajaran terjadi peningkatan
tumbuhnya minat membaca dan hasil belajar atau tidak.
4.
Tahap tindak
lanjut yaitu merumuskan langkah-langkah perbaikan untuk siklus berikutnya atau
pelaksanaan di lapangan setelah siklus berhasil berdasarkan inferensi yang
telah ditetapkan.
5.
Pengambilan
kesimpulan diambil berdasarkan analisis hasil-hasil observasi yang sesuai
dengan tujuan penelitian ini. Kemudian dituangkan dalam bentuk pernyataan.
Kegiatan analisis data mempergunakan pedoman dibawah ini :
1.
Tumbuhnya minat
membaca siswa dalam pelajaran dengan indikator:
a.
Tidak suka
membuang waktu
b.Keaktifan
yang tinggi
c.
Mengerjakan
tepat waktu
d.
Mengerjakan
sebaik mungkin
e. Bergairah
belajar
Adapun kriteria penelitian tumbuhnya
minat membaca adalah sebagai berikut :
a. Rumus untuk menentukan prosentase pada setiap
indicator adalah jumlah siswa yang masuk dikalikan 100%.
b.
Tumbuhnya minat
membaca dengan ketentuan sebagai berikut :
1)
Minat membaca
dinyatakan tumbuh ( meningkat) jika rata-rata
prosentase masing-masing kegiatan yang dinilai lebih dari atau sama
dengan 75%.
2) Minat
membaca dinyatakan belum tumbuh atau meningkat jika rata-rata prosentase
masing-masing kegiatan kurang dari 75%.
2
Meningkatkan hasil belajar siswa ditandai dengan indikator hasil belajar
(nilai ulangan harian) menjadi lebih baik daripada sebelum
penelitian
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.Hasil Penelitian
Hasil Penelitian Siklus I
Menumbuhkan atau meningkatkan
minat membaca dalam keterampilan berbahasa Indonesia dapat memberikan pengaruh
yang positif sehingga siswa merasakan pada dirinya ada perubahan berupa
kemajuan dalam belajarnya karena dirinya telah termotivasi sehingga minat
membaca meningkat dan bergairah untuk belajar.
Guru
memberikan kebebasan kepada siswa untuk menanyakan secara individual tentang
apa saja yang belum dipahaminya. Pertanyaan siswa secara individual dijawab
oleh guru juga secara indidual. Guru juga memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berlomba mendapatkan nilai yang terbaik. Beberapa hal yang dicatat pada
pertemuan siklus I ini antara lain :
1. Waktu
yang dipergunakan mengerjakan pertanyaan belum merata.
2.
Kurang telitinya
siswa dalam menulis jawaban pertanyaan yang tersedia.
Berikut ini data siswa yang menunjukkan meningkatnya minat siswa pada
siklus I pada saat mengerjakan LKS
Tabel 4.1 Minat Siswa Pada Saat Pengerjaan LKS Siklus I
|
NO
|
Indikator
|
Jumlah Siswa
|
Prosentase %
|
|
1.
|
Tidak suka
membuang waktu
|
8
|
62
|
|
2
|
Aktivitas yang
sangat tinggi
|
8
|
69
|
|
3
|
Mengerjakan tepat
waktu
|
8
|
62
|
|
4
|
Mengerjakan sebaik
mungkin
|
8
|
62
|
|
5
|
Bergairah belajar
|
8
|
62
|
|
Rata-rata
|
8.2
|
63.4
|
|
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pada siklus ini minat
membaca siswa belum memenuhi harapan(masih dibawah 75%). Pada tahap selanjutnya
guru mengajak siswa untuk membahas hasil pengerjaan LKS dengan cara member kebebasan siswa menulis jawaban di
papan tulis.
Selanjutnya pembahasan tentang jawaban yang telah ditulis di papan
tulis. Siswa yang jawabannya salah atau kurang sempurna harus menyempunakan
jawabannya. Hal ini dimaksudkan agar
pada kegiatan selanjutnya tidak mengalami kesalahan.
Apabila tidak diperbaiki, kesalahan ini terbawa pada
kegiatan-kegiatan selanjutnya.
Berikut
daftar aktivitas yang menunjukkan menngkatnya minat berprestasi siswa pada
siklus pertama pada saat pembahasan LKS
Tabel 4.2. Minat Siswa pada pembahasan LKS
Siklus I
|
NO
|
Indikator
|
Jumlah Siswa
|
Prosentase %
|
|
1.
|
Tidak suka
membuang waktu
|
10
|
76
|
|
2
|
Aktivitas yang
sangat tinggi
|
10
|
76
|
|
3
|
Mengerjakan tepat
waktu
|
9
|
69
|
|
4
|
Mengerjakan sebaik
mungkin
|
9
|
69
|
|
5
|
Bergairah belajar
|
11
|
85
|
|
Rata-rata
|
9.8
|
75
|
|
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pada siklus I pembahasan
LKS minat siswa sudah cukup baik, rata-rata mencapai 75%.
Pada akhir tahap ini guru memberikan penelitian akan hasil tugas
siswa. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi siswa bahwa semakin
sempurna dan teliti jawabannya akan mendapat nilai yang lebih baik.
Kemudian diadakan ulangan tertulis yang bahannya dari semua bahan
yang dipelajari siswa sebanyak sepuluh soal dengan waktu sepuluh menit. Pada
saat mengerjakan evaluasi terlihat adanya minat dan motivasi siswa untuk lebih
berprestasi mengerjakan sebaik-baiknya.
Berikut data
aktivitas siswa yang menunjukkan minat belajar siswa pada siklus I pada saat
diskusi kelompok.
Tabel. 4.3. Minat siswa pada Saat Diskusi Siklus I
|
NO
|
Indikator
|
Jumlah Siswa
|
Prosentase %
|
|
1.
|
Tidak suka membuang waktu
|
10
|
76
|
|
2
|
Aktivitas yang sangat tinggi
|
10
|
76
|
|
3
|
Mengerjakan tepat waktu
|
10
|
76
|
|
4
|
Mengerjakan sebaik mungkin
|
10
|
76
|
|
5
|
Bergairah belajar
|
11
|
85
|
|
Rata-rata
|
10.2
|
77.8
|
|
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa minat dalam mengikuti
diskusi Tanya jawab sudah cukup baik yaitu mencapai nilai rata-rata 77.8%.
Pada saat pengerjaan evaluasi terlihat adanya minta untuk
berpartisipasi dengan mengerjakan sebaik-baiknya.
Tabel 4.4. Minat Siswa Pada Saat Evaluasi
Siklus I
|
NO
|
Indikator
|
Jumlah Siswa
|
Prosentase %
|
|
1.
|
Tidak suka
membuang waktu
|
11
|
85
|
|
2
|
Aktivitas yang
sangat tinggi
|
10
|
76
|
|
3
|
Mengerjakan tepat
waktu
|
10
|
76
|
|
4
|
Mengerjakan sebaik
mungkin
|
10
|
76
|
|
5
|
Bergairah belajar
|
11
|
85
|
|
Rata-rata
|
10.4
|
79.6
|
|
Dari data diatas tersebut menunjukkan bahwa
motivasi (minat) siswa dalam evaluasi ini cukup baik, mencapai rata-rata 79.6%.
Pada
akhir kegiatan guru dan siswa memberikan beberapa kesimpulan kegiatan dan
memberikan penilaian terhadap aktivitas siswa selama kegiatan dan memberikan
penyempurnaan kegiatan selanjutnya.
B. Hasil Belajar
Berdasarkan ulangan harian yang telah dilaksanakan
menunjukkan bahwa telah ada peningkatan hasil belajar daripada pertemuan
sebelum dilaksanakan penelitian walaupun kenaikan belum signifikan.
Beberapa siswa telah menunjukkan hasil
yang nilainya rendah kurang dari 6,00.
Secara
rinci dapat dilihat pada table 4.5
Tabel
4.5. Hasil Evaluasi Belajar Siklus I
|
No
|
Nama
|
MIN
|
BC
|
MB
|
JML
|
Rata-rata
|
%
|
|
|
Urut
|
Induk
|
|||||||
|
1
|
|
Bagus
|
60
|
60
|
60
|
180
|
60
|
60
|
|
2
|
|
Rara
|
60
|
70
|
60
|
190
|
63
|
63
|
|
3
|
|
Sofi
|
90
|
90
|
90
|
270
|
90
|
90
|
|
4
|
|
Zia
|
80
|
85
|
85
|
250
|
83
|
83
|
|
5
|
|
Galuh
|
95
|
95
|
95
|
285
|
95
|
95
|
|
6
|
|
Alda
|
95
|
95
|
95
|
285
|
95
|
95
|
|
7
|
|
Ris
|
65
|
70
|
80
|
217
|
72
|
72
|
|
8
|
|
Safa
|
80
|
85
|
90
|
255
|
85
|
85
|
|
9
|
|
Aji
|
80
|
80
|
85
|
245
|
82
|
82
|
|
10
|
|
Marsha
|
95
|
95
|
95
|
285
|
95
|
95
|
|
11
|
|
Teguh
|
95
|
95
|
95
|
285
|
95
|
95
|
|
12
|
|
Lintang
|
60
|
70
|
80
|
210
|
70
|
70
|
|
13
|
|
Bintang
|
60
|
70
|
60
|
190
|
63
|
63
|
|
14
|
|
Feri
|
60
|
60
|
60
|
180
|
60
|
60
|
|
Jumlah
|
1075
|
1120
|
1130
|
3325
|
1108
|
1108
|
||
|
Rata-rata
|
76.6
|
80
|
80.71
|
237.5
|
79.14
|
79.14
|
||
Keterangan :
MIN : Menyimak
BC : Berbicara
MB : Membaca
Dari hasil evaluasi
belajar tersebut nilai rata-rata 79.1 maka dapat disimpilkan bahwa menumbuhkan
minat membaca dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia.
1. Rekomendasi
Siklus I
Walau
pada siklus I ini menunjukkan hasil yang baik tetapi beberapa catatan
penyempurnaan masih perlu dilakukan sebagai berikut :
Halaman 15
1)
Tata tertib
belajar perlu disempurnakan antara lain :
A.
Perlu adanya
pelaksanaan pembatasan waktu pengerjaan LKS
B.
Ketelitian siswa
dalam penulisan jawaban
C.
Kelengkapan
jawaban
2)
Pada saat
Pembahasan LKS
A.
Guru sebaiknya
menuliskan nomor soal yang akan diisi oleh siswa secara berurutan di papan
tulis kemudian menunjukkan siswa untuk mengisi.
B.
Penukaran buku
LKS untuk dilakukan pemeriksaan ulang.
3).
Pada saat diskusi, tempat duduk siswa sebaiknya berdekatan dengan anggota
kelompoknya untuk mempercepat berkumpulnya kelompok.
2. Hasil Penelitian Siklus II
Dengan melihat hasil rekomendasi pada
siklus I, peneliti telah melakukan penyempurnaan pada siklus II. Pada saat
pembukan pelajaran guru memberikan pengarahan ulang tentang tat cara belajar
yang disempurnakan dari siklus I, meliputi :
Tabel 4.6. Minat
siswa Pada Pengerjaan LKS Siklus II
|
NO
|
Indikator
|
Jumlah Siswa
|
Prosentase %
|
|
1.
|
Tidak suka
membuang waktu
|
8
|
85
|
|
2
|
Aktivitas yang
sangat tinggi
|
9
|
76
|
|
3
|
Mengerjakan tepat
waktu
|
7
|
76
|
|
4
|
Mengerjakan sebaik
mungkin
|
10
|
85
|
|
5
|
Bergairah belajar
|
14
|
85
|
|
Rata-rata
|
10,6
|
81,4
|
|
Dari data di atas dapat dilihat
bahwa siklus II ini terjadi peningkatan minat siswa pada saat mengerjakan LKS,
yaitu sebesar 18% bila dibandingkan dengan siklus I.
Pada
saat pembahasan LKS pada siklus II, guru tidak lagi memberikan kebebasan
terhadap siswa untuk menjawab soal di papan tulis, tetapi guru membatasi dengan
menuliskannomor-nomor yang akan dijawab untuk menunjukkan deret-deret siswa
yang akan menjawab.
Dengan cara ini pelajaran di papan
tulis lebih terorganisasi. Disamping itu guru membatasi jumlah siswa yang akan
mengerjakan di papan tulis. Dengan cara ini dapat diperoleh efisiensi waktu dan
ketentuan pengerjaan di papan tulis dan pembahasan cepat dilaksanakan.
Berikut data aktivitas siswa menunjukkan
minat berprestasi siswa pada siklus II, pada saat pembahasan LKS di papan
Tulis.
Tabel
4.7. Minat Berprestasi Pada Pembahasan LKS Siklus II
|
NO
|
Indikator
|
Jumlah Siswa
|
Prosentase %
|
|
1.
|
Tidak suka
membuang waktu
|
6
|
85
|
|
2
|
Aktivitas yang
sangat tinggi
|
8
|
85
|
|
3
|
Mengerjakan tepat
waktu
|
10
|
76
|
|
4
|
Mengerjakan sebaik
mungkin
|
9
|
85
|
|
5
|
Bergairah belajar
|
15
|
85
|
|
Rata-rata
|
10.8
|
83.2
|
|
Dari
data di atas diperoleh minat belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 8,2%
bila dibandingkan Siklus I.
Siklus
II ini diberi waktu 10 menit untuk diskusi kelompok, semangat siswa dalam
melakukan diskusi cukup tinggi. Berikut data aktivitas siswa yang menunjukkan
minat belajar siswa pada siklus II pada saat siswa berdiskusi.
Tabel 4.8. Minat
Berprestasi Berdiskusi Siklus II
|
NO
|
Indikator
|
Jumlah Siswa
|
Prosentase %
|
|
1.
|
Tidak suka
membuang waktu
|
12
|
85
|
|
2
|
Aktivitas yang
sangat tinggi
|
15
|
85
|
|
3
|
Mengerjakan tepat
waktu
|
10
|
85
|
|
4
|
Mengerjakan sebaik
mungkin
|
15
|
85
|
|
5
|
Bergairah belajar
|
16
|
92
|
|
Rata-rata
|
11,2
|
86,4
|
|
Dari
data diatas dapat disimpulkan bahwa keikutsertaan siswa dalam melaksanakan
diskusi mengalami peningkatan sebesar 8,6%
bila dibandingkan dengan siklus I.
Tabel 4.9. Minat Berprestasi Pada
Evaluasi Siklus II
|
NO
|
Indikator
|
Jumlah Siswa
|
Prosentase %
|
|
1.
|
Tidak suka
membuang waktu
|
8
|
92
|
|
2
|
Aktivitas yang
sangat tinggi
|
12
|
92
|
|
3
|
Mengerjakan tepat
waktu
|
11
|
85
|
|
4
|
Mengerjakan sebaik
mungkin
|
9
|
92
|
|
5
|
Bergairah belajar
|
12
|
92
|
|
Rata-rata
|
11,8
|
90,6
|
|
Dari data diatas menunjukkan rata-rata berprestasi siswa mengalami peningkatan
sebesar 11% dibandingkan siklus I.
Hasil
yang diraih siswa pada siklus II ini mengalami peningkatan yang cukup
signifikan. Keteraturan yang diciptakan oleh guru dalam pembelajaran ini
membuahkan hasil positif berupa peningkatan hasilbelajar dari siklus I ke
siklus II.
Tabel
4.5. Hasil evaluasi Belajar Siklus II
|
No
|
Nama
|
MIN
|
BC
|
MB
|
JML
|
Rata-rata
|
%
|
|
|
Urut
|
Induk
|
|||||||
|
1
|
|
Bagus
|
75
|
75
|
75
|
225
|
75
|
75
|
|
2
|
|
Rara
|
75
|
75
|
75
|
225
|
75
|
75
|
|
3
|
|
Sofi
|
95
|
100
|
95
|
290
|
97
|
97
|
|
4
|
|
Zia
|
85
|
85
|
85
|
225
|
85
|
85
|
|
5
|
|
Galuh
|
100
|
100
|
95
|
295
|
98
|
98
|
|
6
|
|
Alda
|
100
|
100
|
95
|
295
|
98
|
98
|
|
7
|
|
Ris
|
75
|
75
|
75
|
225
|
75
|
75
|
|
8
|
|
Safa
|
85
|
85
|
85
|
225
|
85
|
85
|
|
9
|
|
Aji
|
80
|
80
|
85
|
245
|
82
|
82
|
|
10
|
|
Marsha
|
95
|
95
|
95
|
285
|
95
|
95
|
|
11
|
|
Teguh
|
95
|
95
|
95
|
285
|
95
|
95
|
|
12
|
|
Lintang
|
75
|
75
|
75
|
225
|
75
|
75
|
|
13
|
|
Bintang
|
75
|
75
|
75
|
225
|
75
|
75
|
|
14
|
|
Feri
|
75
|
75
|
75
|
225
|
75
|
75
|
|
Jumlah
|
1185
|
1190
|
1180
|
3252
|
1185
|
1185
|
||
|
Rata-rata
|
84,64
|
85
|
84,28
|
251,7
|
84,64
|
84,64
|
||
Dari data di atas
menunjukkan adanya peningkatan hasil evaluasi belajar sebesar 5,54% dari siklus
I.
Peningkatan nilai
menunjukkan bahwa perbaikan proses pembelajaran membawa dampak positif terhadap
hasil belajar siswa.
C.
Pembahasan
Berdasarkan hasil belajar dan proses
belajar yang telah dilaksanakan menunjukkan ada peningkatan baik proses
pembelajaran maupun hasil belajar.
Hasil
belajar sebelum diadakan tindakan kelas mencapai nilai rata-rata 63,4% setelah siklus I dan siklus II rata-rata
nilai 81,4% berarti ada peningkatan 18%.
Hasil prestasi sebelum diadakan, tindakan
kelas nilai rata-rata mencapai 79,1%, setelah siklus I dan siklus II, serta
rekomendasi mencapai nilai rata-rata 84,6% berarti ada peningkatan 5,5%.
D.Refleksi
Sesuai
dengan catatn dilapangan dalam proses pembelajaran rekomendasi dan refleksi
berupa perbaikan dan penyempurnaan proses belajar dan mengajar berdampak
positif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
penulisan dan pembahasan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan sebagai berikut
:
Hasil
proses belajar sebelum tumbuh minat membaca mencapai nilai rata-rata 63,4%.
Setelah termotivasi minat siklus I dan siklus II, refleksi dan rekomendasi
nilai rata-rata mencapai 81,4%, berarti ada peningkatan 18%.
Hasil
belajar sebelum siklus I dan siklus II mencapai nilai rata-rata 79,1%, setelah
siklus I dan siklus II, refleksi dan rekomendasi rata-rata mencapai 84,6%
berarti ada peningkatan 5,5%.
Maka
menumbuhkan minat membaca dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia
kelas I SD Negeri 1 Tegowanu Kulon Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan .
B.
Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan di atas dapat
disarankan sebagai berikut :
1.Agar
keterampilan berbahasa
Indonesia meningkat, siswa harus memiliki minat yang tinggi dalam proses pembelajaran.
2.Agar
hasil belajar siswa bias meningkat secara optimal hendaknya guru menumbuhkan
minat siswa dengan perbaikan dan penyempurnaan proses pembelajara
DAFTAR PUSTAKA
Ausebel, D.P, 1963.
The Psychology of meaning Verbal Learning.
New York,
grune & Srattim
Arikunto, S. 1983. Dasar-dasar evaluasi pendidikan, prosedur
Penulisan Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta:
Bina Aksara.
Baso, M. 1999.Kapita Selekta Teknologi Pembelajaran. Surabaya: Alkon Training.
Depdikbud, 1994. Garis-garis Besar program Pembelajaran
Bahasa Indonesia
Kelas VI Sekolah Dasar. Jakarta
: Dikdasmen.
De
Porter,B.M.dkk.2000. Quantum Teaching.
Bandung :
Kaifa.
Hopkins, David.
1985. Teaching’s Guide the Classroom
Research. Philadelphia : Open University, Milton Keynes.
Muchlisoh, dkk.
1992. Materi Pokok pendidikan Bahasa
Indonesia 3. Jakarta:
Universitas Terbuka.
Mc, Niff, jean.
1992. Action Research, principle and
Practice. New York, Rontledge Champman & Hall, Inc.
Nasution, S. 1992. Metodologi Penulisan Neturalistik Kualitatif.
Bandung:
Tarsito.
Supriadi, dkk. 1995. Materi Pokok pendidikan Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud Bagian proyek peningkatan
mutu guru SD, Setara D-II 1995.
Sudjana, N. 1997. Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar baru.
Lampiran 1
Evaluasi Belajar
Siklus I
SIAPA
YANG BODOH
Seluruh
binatang di hutan menganggap kancil sebagai binatang paling pintar dan banyak
akal. Oleh karena itu, baginda Singa pun sering bertanya kepada Kancil bila ada
masalah yang sulit dipecahkan.
Sudah
beberapa hari ini Kancil melihat Baginda
Singa akrab dengan Keledai. Ia tidak senang dan merasa tersaingi. Ketika
Baginda Singa sedang sendiri.Kancil mendekat, “ Tuanku akhir-akhir ini Tuanku
sering melihat bersama Keledai. Hamba takut kalau Tuanku tertular
kebodohannya.”
“ Terima kasih, Cil. Kalau begitu, aku
akan berusaha menjauhinya,” jawab Baginda Singa.
Kancil merasa senang karena hasutannya
berhasil. Singa percaya bahwa Keledai bodoh. Setelah kancil pergi, Baginda
Singa berpikir,” Apa benar yang dikatakan kancil? Ah, aku tidak mau lansung
percaya begitu saja ! Aku harus menguji kepintaran kancil dan keledai. Aku
harus menguji kepintaran Kancil dan Keledai. Aku harus mengajukan pertanyaan yang
sulit yang sangat sulit untuk mereka berdua.
Baginda
Singa lalu mencari pertanyaan yang akan diajukan kepada mereka. Setelah ia
menemukan pertanyaan yang sulit, Baginda Singa mengundang Kancil dan keledai.
“ Kancil, Keledai sengaja kalian aku
undang malam ini. Kita rasakan udara begitu sejuk. Langit bersih. Bintang
bertaburan dan berkelip-kelip. Coba kalian lihat ke atas! Berapa ya jumlah
bintang-bintang itu?”Tanya Baginda Singa.
Kancil
dan Keledai terus mengamati langit. Kancil beberapa kali menghitung jumlah
bintang, tetapi tidak pernah cocok jumlahnya berbeda terus.
“ kancil, Bagaimana Kamu?” Tanya Baginda
Singa. Kancil terdiam. Ia akhirnya menggelengkan kepala.
“ hamba menyerah, Baginda?”.
“Keledai, bagaimana kamu?” Singa bertanya
kepada keledai. Keledai menjawab tenang.
“ Jumlah bintang di langit sama dengan
jumlah bulu yang tuan miliki.”
“ Kamu jangan asal menjawab
saja,Keledai!” Ujar Singa agak marah.
“ Kalau Tuan tidak
percaya, silahkan saja Tuan hitung sendiri!” kata Keledai.
Singa terdiam. Ia
berpikir dalam hatinya dan benar kata keledai. Aku juga tidak tahu, berapa
jumlah buluku dan
jumlah bintang di langit.
“ Kamu ternyata pintar. Keledai,” puji Baginda
Singa.
Keledai tersenyum
bangga, Kancil lalu pergi karena malu. Ternyata, ada juga yang lebih pintar
dari dirinya
Dikutip dari : Buku BBI 3B Hal 13
Pertanyaan Siklus I
JAWABLAH PERTANYAAN
DI BAWAH INI!
1. Siapa
yang menjadi raja hutan itu?
2. Mengapa
kancil merasa tersaingi oleh keledai?
3. Apakah
Singa langsung percaya pada laporan Kancil?
4. Apa
yang dilakukan Singa untuk menguji kepandaian Keledai?
5. Mengapa
Kancil akhirnya pergi meninggalkan Singa dan Keledai?
KUNCI JAWABAN SIKLUS I
1.
Singa
2.
Karena sudah
beberapa hari Singa akrab dengan Keledai
3.
Tidak
4.
Mengajukan
pertanyaan yang sulit
5.
Kancil malu
kepada Keledai karena Keledai lebih pintar dari dirinya
Lampiran 2
Evaluasi Belajar Siklus
2
JASA PETANI DAN NELAYAN
Nasi yang kita makan
setiap hari
Siapa penghasilnya
Tentu saja petani
Jangan lupakan jasanya
Ikan segar bergizi
Siapa pula
penghasilnya
Kutahu pasti
Itu jasa nelayan
Wahai kawan
Jangan lupa petani
dan nelayan
Mereka berjasa besar
Mencari bahan
makanan
Karya: N. Falia
Dikutip dari: Buku
BBI 3B hal 118
Pertanyaan
Siklus
2
JAWABLAH PERTANYAAN
DIBAWAH INI!
1. Mengapa
petani dikatakan berjasa?
2. Mengapa
Nelayan dikatakan berjasa?
3. Mengapa
kita tidak boleh melupakan jasa Petani dan Nelayan?
KUNCI JAWABAN SIKLUS
II
1. Karena
menghasilkan bahan makanan
2. Karena
mencari bahan makanan yang bergizi yaitu ikan
3. Karena
mereka mencari bahan makanan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar